Ini cuma sebuah cerita versi saya....
Ketika Pompo (alm) sakit, saya beberapa kali mengirimkan sms kepada beliau tetapi tidak pernah lagi dibalas. Waktu itu saya pikir Pompo (alm) mungkin tidak sempat membalasnya. Belakangan baru saya tau kalo Pompo sedang berada dalam situasi gawat.
Ketika Ita mengirimkan sms kalo Pompo (alm), Ili dan Alex akan datang, saya dan suami sempat menyusun rencana untuk menemui mereka, yang katanya akan menginap di hotel sekitar bandara Juanda. Sms itu saya terima malam hari. Besoknya, jam 5 pagi tanggal 19 Juli 2007, Ita kembali mengirimkan sms memberitahu kalo Pompo (alm) mungkin tidak jadi datang karena beliau saat itu harus masuk rumah sakit.
Hanya 4 jam setelah itu...saya menerima sms lagi yang mengabarkan bahwa Pompo sudah tiada.
Innalillahi wa inna ilaihi rajiun...
Saya ingat, sms terakhir yang saya kirimkan pada Pompo (alm) isinya antara lain saya berharap kalo Pompo akan cepat sehat, mudah-mudahan saya bisa bertemu lagi dengannya saat kembali ke Makassar.
Berita itu saya terima saat tengah menunggu Salwa pulang sekolah. Dan saat itu, saya tidak bisa menahan tangis. Lucunya, ketika Salwa dan teman-temannya istrahat, mereka liat mata saya merah. Dan dengan kepolosan khas anak TK mereka nanya "Mama Salwa kenapa? Abis nangis ya? Dicubit sama Balqis??" Balqis adalah anak perempuan yang tinggal di samping sekolahan dan suka mencubiti anak-anak TK sampai nangis...
Ketika masih sekolah dulu sampai kuliah, saya lumayan sering mengirimkan surat pada Pompo (alm). Dan Pompo (alm) juga rupanya orang yang senang berbagi cerita. Diantaranya saya pernah diceritakan saat beliau kuliah di Jerman dan harus kerja paruh waktu di sebuah tambang batu bara untuk mencukupi kebutuhan hidupnya kala itu. Berkali-kali dalam suratnya pada saya beliau menegaskan betapa pentingnya pendidikan, betapa kita harus berjuang untuk tetap bisa melanjutkan pendidikan. Mungkin hal itu yang mengilhami sehingga beliau mau meminjamkan dana kepada siapapun anggota keluarganya, hanya satu : agar mereka jadi generasi terdidik.
Pertemuan terakhir dengan Pompo (alm) sekitar setahun lalu, ketika suami saya akan berangkat dinas 2 bulan ke Aceh. Waktu itu saya pulang ke Makassar bersama Pompo (alm) dan Bunda Nanna. Foto yang terpampang di halaman utama sebagai menu penyambutan blog ini (foto Pompo dan Bunda Nanna), aslinya berisi 4 orang : Pompo (alm), Bunda Nanna, suami saya dan Salwa. Tapi rupanya suami saya malu nampang...jadi foto itu diedit olehnya...he he he. Itu foto yang lumayan punya value untuk saya. Karena dengan adanya foto itu, saya bisa menyimpannya sebagai kenangan dan memperlihatkan pada anak cucu saya kelak agar mereka tau kalo dulu ada satu orang anggota keluarga Padassa yang begitu mementingkan pendidikan dan menanamkan semangat dalam hati kita untuk terus belajar.
Yang mungkin tidak akan terlupakan bagi kita semua adalah setiap kali Pompo (alm) datang kita selalu berkumpul untuk rebutan baju-baju yang dibawanya dari Belanda, kita ngantri dan membujuk Dato Sibo (alm) supaya dapat jatah coklat lebih, kita antri untuk dibagikan uang 5 ribu...Kita (khususnya yang perempuan) malah rela "pindah rumah" ke Bontocinde agar bisa mengekor kemanapun Pompo (alm) berkeliling dengan harapan saat Pompo (alm) ke toko atau supermarket kita bisa ikutan nebeng dibayarin belanjaan...Iya kaaaannnn...???? Saya pikir kejadian ini tidak terjadi di setiap keluarga. Hanya mereka yang memiliki ikatan yang dekat yang bisa merasakan keakraban sedemikian rupa.
Ketika Pompo (alm) dimakamkan, saya hanya bisa memantaunya lewat sms. Syukurlah, walopun (saya dengar) ada banyak kontroversi, perdebatan dsb tapi akhirnya Pompo (alm) bisa dimakamkan di tempat yang diinginkannya. Apapun yang telah dilakukannya dulu, selayaknya kita sebagai generasi di bawahnya yang pernah merasakan "manisnya" bantuan yang diberikannya lewat ortu kita masing-masing hingga kita bisa bersekolah dan most of you sekarang bisa bekerja...itulah yang akan diingat dan diceritakan kepada anak cucu kita kelak. Yang buruk, lupakanlah. Dan yang baik, simpanlah dalam hati untuk dijadikan kenangan dan inspirasi kita...
Semoga Pompo (alm) beristrahat dengan tenang disana...




